Saturday, August 24, 2013

Seminar OSKM Yusuf Adiprawira 16513346 STEI

Acara dimulai dengan presentasi mengenai UPT K3L (Keamanan Kesehatan Keselamatan Kerja) yang secara garis besar mengajak kita untuk tetap mematuhi aturan, tidak panik tetapi tetap sigap dalam keadaan darurat, dan ketertiban lingkungan disekitar ITB.

Acara utama dipimpin oleh moderator Maria Selena yang dibuka oleh kata sambutan dari Benito Reyhan dan Nyoman Anjani. Lalu dilanjutkan oleh sambutan dari Pak Kadarsa.

Pembicara pertama yaitu adalah Gita Wiryawan, Mentri Perdagangan dan juga sekaligus ketua PBSI, mengajak kita untuk mengetahui keadaan masyarakat Indonesia, agar dapat menjadi pemimpin yang baik. Beliau juga memberi contoh dengan negara Korea Selatan. Mereka dapat memanfaatkan teknologi, demokrasi, ekonomi dan budaya yang sangat beragam sehingga mereka dapat sukses seperti sekarang. Indonesia yang kebanyakan hanya memanfaatkan natural resources harus dapat terdidik sehingga mereka dapat mengolahnya dan menaikkan nilai jualnya. Perdagangan Indonesia masih sangat susah bersaing dengan negara-negara lainnya karena suku bunga pinjamannya yang sangat besar, sekitar 15%, dibandingkan dengan Malaysia, yang hanya 2%. Ini menjadi penghambat peran pedagang Indonesia dalam perdagangan global. Beliau menutup bagiannya dengan mengajak pemuda Indonesia untuk menjadi garuda yang kreatif, melek teknologi, dan menjunjung kearifan lokal.

Pembicara selanjutnya yaitu oleh Indra Hidayat, mahasiswa Teknik Mesin ITB, dari tim Wanadri. Kita diajak untuk melihat keanekaragaman keindahan Indonesia. Tim Wanadri adalah organisasi tertua yang bergerak dalam kegiatan alam bebas. Mereka menumbuhkan kecintaan pada Indonesia lewat kekayaan alamnya.

Pembicara ketiga yaitu adalah ibu Tri Mumpuni, seorang pemberdaya listrik. Ibu Tri mengajak kita untuk melihat berbagai sisi lain dari kenyamanan yang hanya dinikmati beberapa orang di Indonesia. Beliau memaparkan keadaan dalam foto-fotonya yang ia ambil secara langsung. Beliau mengajak kita untuk bekerja keras demi bangsa ini, dan terus mengabdi.

Pembicara terakhir yaitu oleh Saska, alumni dari Teknik Elektro ITB, yang juga motor penggerak suatu organisasi sosial bernama Riset Indie. Ia mengajak kita untuk memanfaatkan apa yang sebenarnya sepele tetapi bisa dinaikkan nilai jualnya jika kita dapat kreatif, seperti dengan kamera polaroid. Ia juga mengajak kita untuk lebih bersosialisasi seperti dalam proyek Alinea yang ia kerjakan. Dan ia juga akan melaksanakan proyek barunya yaitu Angkot Day untuk mendapatkan data tentang keadaan angkot di Bandung.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab dan pemberian cindera mata kepada pembicara dan moderator.

No comments:

Post a Comment