Thursday, August 22, 2013

Resume Pola Pikir K3 (Adhika Widya Sena - FTI - 16713224)

Pola pikir K3 merupakan salah satu hal fundamental yang harus ditanamkan pada seluruh mahasiswa baru di ITB khususnya dan di seluruh universitas umumnya. Mahasiswa dituntut untuk dapat mengubah paradigma konvensional mereka di SMA dengan paradigma K3 yang lebih kontemporer dan sesuai dengan kehidupan perkuliahan.

Pola pikir K3 terdiri atas tiga hal: Kritis, Kreatif, dan Konstruktif. Kritis merupakan bagian paling dasar dari pola pikir K3, bagian yang menjembatani pembentukan Kreatif dan Konstruktif. Berpola pikir kritis adalah menempatkan suatu informasi yang diterima pada ujung belati. Mengancam dan menguliti informasi tersebut sampai ke akar dengan berbagai cara dan pola untuk menilai dengan sebenar-bernarnya manakala informasi tersebut dapat diterima atau tidak. Hal ini diperlukan sebagai "sistem imun" pertama yang dimiliki oleh paradigma kita dari segala macam intervensi paradigma atau ide dari luar diri kita.

Kreatif merupakan bagian kedua yang berfungsi sebagai modulator dari Kritis dan Konstruktif. Berpikir kreatif memungkinkan kita untuk melihat hitam sebagai hijau dan melihat kelabu sebagai cerah. Berpikir kreatif secara tidak langsung menuntut dan mengajari kita untuk melihat suatu permasalahan dari berbagai sudut pandang mengingat perwujudan suatu masalah dapat berubah jika kita melihat masalah tersebut dari posisi yang lain, meski tidak harus pada posisi yang berseberangan dengan posisi tipikal kita dalam melihat suatu masalah. Perubahan perwujudan suatu masalah ini laiknya perubahan warna hitam menjadi hijau dan kelabu menjadi cerah yang hanya dapat dilakukan dengan pola pikir kreatif.

Konstruktif merupakan bagian terakhir yang berfungsi sebagai ujung atap Kritis dan Kreatif. Pola pikir konstruktif berfungsi sebagai penangkal petir dari bangunan pola pikir K3 yang sedang kita bangun. Ia mengerucutkan bangunan pola pikir K3 menjadi sehunus silinder berujung runcing tanpa keluputan yang memberikan titik pada bangunan tersebut, memberikan solusi pada permasalah yang dihadapi, memberikan satu pada tiga. Dengan adanya penangkal petir ini, segala masalah dapat menghalau segala gelombang masalah yang baru dan menangkalnya dari bangunan K3 yang telah kita bangun, menjaganya tetap tegak dan kokoh bagai Gunung Tangkuban Perahu di utara Ganesha.

Keseluruhan kontemplasi tentang pola pikir K3 bermuara pada sebuah kesadaran untuk membumikan pola pikir K3 dalam relung pikiran tiap-tiap mahasiswa baru.

No comments:

Post a Comment