Urgensi Kemahasiswaan
ada 4:
1.
Falsafah Kemahasiswaan à
menjadi dasar untuk mahasiswaàada 3:
a. Posisi
Mahasiswaàsebagai
masyarakat sipil yang terpelajar (masyarakat sipil=masyarakat yang bebas
membela negara tanpa mengambil untung atau jabatan)
b. Potensi
Mahasiswaànilai-nilai
lebih yang dimiliki mahasiswa, ada 7:
1) Kritisà
tidak dengan mudah menerima paradigma orang lain.
2) Kreatifà
menilai sesuatu dari berbagai sudut pandang.
3) Idealisà
mempunyai prinsip
4) Independenàtidak
terikat pada salah satu pihak
5) Berbasis
keilmuan
6) Semangat
yang tinggi
7) Jaringan
(Networking)
c. Peran
Mahasiswa, ada 3:
1) Guardian of valueà
penjaga nilai-nilai di masyarakat dan di kampus.
2) Iron stockàgenerasi
penerus yang bisa ditempa (dibina).
3) Agen of changeàagen
serta pelopor perubahan ke arah yang lebih baik.
2.
Budaya Kampusàbudaya-budaya
atau nilai-nilai yang dijaga di kampus ITB
a. Peduli
Lingkungan g. Mau menulis
b. Inovasi h. Wawasan
kebangsaan
c. Kewirausahaan i. Budaya mahasiswa dekat
dengan masyarakat
d. Integritas
akademik j. Budaya mahasiswa
dekat dengan alam
e. Diskusi k.Budaya mahasiswa
mau jadi pemimpin
f. Apresiasi
3.
Keluarga Mahasiswa ITB (KM-ITB)àwadah
mahasiswa untuk memenuhi kebutuhan bidang akademik maupun nonakademik. Komponen
KM-ITB:
a. Kongresàlembaga
tertinggi di KM-ITB (seperti MPR), terdiri atas para perwakilan Himpunan
Jurusan (senator).
b. Kabinetàkedudukan
di bawah Kongres, sebagai pelaksana kebijakan (lembaga eksekutif), diketuai
oleh seorang Presiden.
c. Tim
Beasiswaàkedudukan
sejajar dengan Kabinet, badan khusus
yang menangani masalah beasiswa bagi para mahasiswa.
d. MWA-WM
(Majelis Wali Amanat-Wakil Mahasiswa)à kedudukan
sejajar dengan Kabinet, sebagai konektor ke rektorat.
e. HMJàHimpunan
Mahasiswa jurusan-jurusan di ITB
f. UKMàUnit-unit
kegiatan mahasiswa.
4.
Arah Gerak Mahasiswa, ada 2 arah:
a. Vertikalàbergerak
ke arah pemerintahan, contoh: demonstrasi.
b. Horizontalà
bergerak ke arah masyarakat, contoh: pengabdian masyarakat.
Kolaborasi
àUpaya
kerjasama untuk mencapai tujuan yang sama.
àada
3 poin penting:
a. Team Buildingàmembangun
sebuah tim, agar mampu sejalan dan selaras dalam mewujudkan tujuan.
b. Manajemen
Konflikàmenganalisis
dampak-dampak konflik, ada 2 pendekatan:
1) Personal,
ada 3:
a) Win-Winàdengan
musyawarahàkedua
pihak menang dalam pemecahan konflik.
b) Win-Loseàseperti
Pemilu atau perangàada yang merugikan salah satu pihak.
c) Lose-Loseàdi
antara 2 pihak yang bertikai ada 1 pihak yang menengahi sehingga tidak ada yang
menang.
2) Kelompok,
ada 3:
a) Bargaining
Approachàmerujuk
masalah kompetensi sumber daya.
b) Bueraucratic
Approachàlebih
ke arah perbaikan struktur.
c) System
Approachà
merujuk dan mencari solusi dari masalah sumber daya dan sistemnya.
3) Sejarah
pergerakanàuntuk
mempelajari pergerakan-pergerakan sebelumnya apakah dinilai positif atau
negatif.
Cinta Tanah Air
àada
4 tahapan:
1. Identitas
Bangsa, kita dituntut untuk mengetahui identitas bangsa (bendera: Merah Putih,
Lagu Kebangsaan, lambang negara kita, dll).
2. Wujud
Cinta Tanah Air, contoh: membela dan bangga akan identitas bangsa.
3. Realitas
Bangsa, setelah berbuat untuk bangsa maka kita juga harus mengetahui kondisi
masyarakat, bangsa dan negara, apakah usaha yang kita lakukan relevan pada
kondisi tersebut.
4. Visi
Kebangsaan, setelah ketiga hal tersebut dilaksanakan dengan baik, maka saatnya
untuk membuat VISI BANGSA.
No comments:
Post a Comment