23 Agustus 2013
Diselenggarakan
seminar di auditorium sabuga dengan dihadiri oleh wakil rektorat ITB
dan alumni serta para maba ITB, serta Putri Indonesia 2011, Maria Selena yang berperan
sebagai moderator. Pembicara-pembicara yang diundang ada 4, yaitu Gita
Wirjawan, Indra Hidayat, Tri Mumpuni dan Saska.
Pembicara yang
pertama adalah bapak Mendagri Gita Wirjawan. Beliau adalah seorang yang
sangat menggemari musik dan olahraga. Dalam pembicaraannya, dia memberi
pesan-pesan kepada para maba untuk terus berjuang dan pantang menyerah.
Beliau juga menyarankan untuk tidak hanya belajar kedisiplinan saat
kuliah, tetapi juga aktif mengikuti aktivitas-aktivitas. Beliau percaya
bahwa ITB akan menghasilkan orang-orang yang profesional. "We have to be
nasionalistic, but at the same time,internasionalistic", kata
beliau sebelum menutup pembicaraannya. Pada akhir pembicaraannya, beliau
memperlihatkan kemahirannya bermain piano di atas panggung dengan
memainkan musik jazz.
Pembicara kedua adalah Indra Hidayat. Beliau adalah alumni ITB teknik mesin angkatan 2009. Setelah tamat, beliau mulai aktif dalam suatu organisasi, di mana merupakan organisasi yang aktif menjelajahi gunung-gunung tertinggi di dunia. Beliau juga bercerita tentang keberhasilannya mendaki gunung-gunung tinggi.
Ketiga adalah Tri Mumpuni. Saat pembicaraan dimulai, beliau mengatakan bahwa suaminya adalah alumni ITB. Ibu ini juga telah berkontribusi dalam pembangunan sumber daya listrik di daerah-daerah terpencil. "Jika sumber daya indonesia dapat diolah dengan baik, itu akan memperkuat negeri kita", katanya. Beliau juga mengatakan ekonomi harus terikat pada nilai optimal utk kepentingan kesejahteraan rakyat, bukan kesejahteraan pemilik modal karena banyak kemiskinan terjadi krn sumber daya lokal diambil untuk kepentingan industri. Dia mengharapkan para maba ITB kelak akan menjadi seorang pemimpin dan membantu orang-orang pedalaman.
Pembicara kedua adalah Indra Hidayat. Beliau adalah alumni ITB teknik mesin angkatan 2009. Setelah tamat, beliau mulai aktif dalam suatu organisasi, di mana merupakan organisasi yang aktif menjelajahi gunung-gunung tertinggi di dunia. Beliau juga bercerita tentang keberhasilannya mendaki gunung-gunung tinggi.
Ketiga adalah Tri Mumpuni. Saat pembicaraan dimulai, beliau mengatakan bahwa suaminya adalah alumni ITB. Ibu ini juga telah berkontribusi dalam pembangunan sumber daya listrik di daerah-daerah terpencil. "Jika sumber daya indonesia dapat diolah dengan baik, itu akan memperkuat negeri kita", katanya. Beliau juga mengatakan ekonomi harus terikat pada nilai optimal utk kepentingan kesejahteraan rakyat, bukan kesejahteraan pemilik modal karena banyak kemiskinan terjadi krn sumber daya lokal diambil untuk kepentingan industri. Dia mengharapkan para maba ITB kelak akan menjadi seorang pemimpin dan membantu orang-orang pedalaman.
Yang
terakhir adalah Saska. Sampai saat ini, beliau sedang melaksanakan
suatu riset bernama Riset Indie. Dia bercerita tentang polaroid yang
mulai berkurang penggunaanya dulu karena ditemukannya kamera digital.
Karena tidak ingin polaroid punah, beliau dan beberapa kawannya
berpatungan membeli kembali perusahaan polaroid yang telah bangkrut.
Mereka lalu melakukan riset-riset dan akhirnya memulai kembali produksi
polaroid. Beliau juga sedang mengerjakan project alinea, project
animatronics pertama di indonesia. Bukan hanya itu, beliau juga yang
merencanakan Angkot Day yang akan diselenggarakan pada 20 September.
Pada akhirnya, beliau memberikan kata-kata yang menginspirasi, tetapi
yang paling menginspirasi saya adalah meninggallah dengan memberikan
impact pada dunia dan apapun yang terjadi, tetaplah rendah hati.
No comments:
Post a Comment