Saturday, August 24, 2013

Resume Seminar OSKM 2013 by Revan Purnama Gunawan (FTSL-16613299)

Jum'at. 23 Agustus 2013 Panitia Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa ITB 2013 mengadakan seminar bagi para mahasiswa baru ITB di Sasana Budaya Ganesha yang diisi oleh Bapak Gita Wirjawan (Menteri Perdagangan RI), Ibu Tri Mumpuni, Wanadri, dan juga Riset Indie. Berikut ini adalah resume yang saya buat dari acara seminar tersebut. 

Perekonomian Indonesia merupakan perekonomian ke-15 terbesar di dunia yang sekaligus sebagai negara muslim yang memiliki perekonomian tinggi bahkan 2 kali lipat Arab Saudi. Perekonomian Indonesia sangat membutuhkan orang-orang yang mengerti akan rakyatnya. Hal ini diperlukan agar perekonomian selalu disusun dan dilaksanakan sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku, dan juga agar sasaran ekonomi kita tepat sasaran karena kita mengerti rakyat Indonesia. 

 Penduduk Muslim dunia berjumlah kurang lebih 21% dari penduduk dunia sebanyak 7 milyar jiwa dibawah penduduk Kristiani yang berjumlah 33 % dari jumlah penduduk dunia tersebeut. Namun apa yang terjadi ? Negara Muslim hanya memiliki 9% dari perekonomian dunia. Pembangunan ekonomi yang tepat akan menghilangkan kearifan lokal yang telah ada terlebih dahulu. Pemuda Indonesia harus melek akan teknologi, demi meningkatkan taraf kualitas hidup yang baik dan juga meningkaatkan perekonomian nasional.

Indonesia berada di benua Asia yang merupakan dunia perekonomian yang paling dinamis di seluruh dunia. Saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia berkisar di angka 6. Jika angka ini konstan maka dalam 20 tahun Indonesia akan memiliki kue ekonomi sebesar 60 trilyun Dollar AS.Kita ini harus bisa bangga akan negara kita sendiri.. 

Di Korea Selatan, yang dahulunya tidak seperti sekarang yang sudah sangat maju teknologinya. Parkk Chung Hi membangun negeri dengan cara mencetak perwira-perwira industri yanng bergerak dalam reformasi agraria kemudian mengembangkan teknologi yang akhirnya dapat memajukan bangsa Korea seperti saat ini yang juga mampu mengekspor budayanya ke luar negeri bahkan sampai ke negeri kita ini.

Kita harus menjadi orang yang sukses dan berbangga akan bangsa dan kearifan lokal kita untuk mencapai apa yang telah dicapai bangsa Korea tadi, eksportasi  budaya untuk mewujudkan Indonesia maju pada 2030. Belum agi sebentar lagi akan dibentuknya komunitas ekonomi ASEAN yang mau tidak mau memaksa kita untuk lebih bisa menjaga dan memperkaya budaya kita, lebih meningkatkan penguasaan teknologi, dan juga lebih meningkatkan kesadaran akan berdemokrasi agar bangsa kita ini mampu unggul dan tidak tergerus ataupun 'terjajah' oleh negara-negara tetangga kita itu. Kita butuh pemimpin yang bisa menjawab tantangan zaman, responsif, dan memiliki nasionalisme tinggi di tengah - kehidupan global saat ini.

Indonesia memiliki luaas daratan sebesar 1,8 juta km persegi dan luas lautan 3,1 juta km persegi. Dengan lebih dari 17.000 pulau menjadikan Indonesia sebagai negara kepulauan sekaligus maritim yang amat besar. Kita perlu meningkatkan kesadaran dan nasionalisme kita demi menjaga NKRI dari 'serangan' bangsa asing yang ingin mendapatkan keuntungan dari kekayaan yang kita punyai ini.

Untuk bisa membaca Indonesia dgn baik, kita harus mempunyai pengetahuan (logika) dan empati (perasaan). Kedua hal ini harus bisa saling berkomunikasi atau melengkapi satu sama lain. Kita lihat sekarang lebih dari 100 juta rakyat Indonesia masih belum bisa menikmati listrik dan juga sekitar 60 juta anak kondisinya sangat memprihatinkan untuk menuntut ilmu. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya kesalahan paradigma tentang definisi ekonomi. Definisi ekonomi saat ini yaitu keadaan setinmbang antara investasi dan konsumsi yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Padahal sebenarnya harus terikat pada nilai optimumnya untuk kepentingan masyarakant dan daya dukung lingkungan agar tidak terjadi eksploitasi besar-besaran yang hanya mementingkan keuntungan semata dibanding kualitas lingkungan dan komunitas lokal.

Untuk itu, kita perlu mengambil langkah-langkah yang pasti/real yang dapat kita lakukan saat ini. Langkah-langkah yang kecil namun sangat berarti dan nantinya akan menjadi besar seperti apa yang dilakukan oleh Riset Indie. Mereka adalah komunitas yang sangat menarik dan bagus dengan menghasilkan karya-karya yang dapat memajukan bangsa ini seperti kamera polaroid, animatronik, dan angkot day. Jangan takut untuk bermimpi, mulailah beraksi sekecil apapun.

No comments:

Post a Comment