Saturday, August 24, 2013

Seminar OSKM (Afifah Nadia Tiana - 16713044 - FTI)

Moderator          : Maria Selena (Putri Indonesia 2011)
(1) Pembicara     : Gita WIrjawan
Semangat kemahasiswaan kental dengan kearifan lokal, yang identik dengan misi, orientasi studi di ITB selama ini. Apabila kita berbicara tentang kemerdekaan, kita bukan hanya berbicara tentang kemerdekaan yang diperinati setiap tanggal 17 Agustus setiap tahun melainkan kita berbicara tentang kemerdekaan diri kita sendiri untuk merayakan apapun yang kita banggakan.
Perekonomian Indonesia membutuhkan pemimpin-pemimpin yang mengerti mengenai apa yang lekat dengan kepentingan rakyat, tapi juga tidak lepas dari kepentingan kita untuk membuahkan eksistensi diri politik yang relevan. Indonesia telah menjadi negara dengan perekonomian peringkat ke 15 di dunia.
Semua yang terjadi adalah kehendak Tuhan, tetapi jika kamu menginginkannya, kamu akan mendapatkannya. Ini semua tergantung sejauh mana Anda mau.
Siapa pun yang ingin memimpin bangsa ini kedepannya harus jelas mengenai bungkusan dimana diisinya itu adalah unsur demokrasi, pluralism, kesejahteraan rakyat yang kental dengan perkataan. Dan bungkusan itu harus bias diproyeksikan ke komunitas internasional secara apik.
Kita adalah salah satu negara muslim terbesar dalam G20. Indonesia adalah negara muslim terbesar dalam segi ekonomi, dua kali lebih besar daripada Saudi Arabia. Ekonomi islam di dunia tidak lebih dari 9% dari perekonomian dunia. Kita bias sukses sebagai negara muslim apabila kita bias mengedepankan pluralism.
Perekonomian Indonesia membutuhkan pemimpin-pemimpin muda yang mempunyai kearifan local. Pembangunan perekonomian Indoesia yang tepat bukan berarti menghilangkan adat istiadat atau menghilangkan kekayaan budaya pada suatu daerah. Pembangunan perekonomian Indonesia harus memajukan potensi dan kekayaan yang ada pada daerah. Bangsa yang pemudanya tidak menggunakan dan menyia-nyiakan kearifan local adalah bangsa yang kehilangan jati dirinya. Indonesia butuh pemuda-pemuda yang aktif berinisiatif dan proaktif menggangnamkan dirinya. Gangnam adalah cerminan dari 4 hal, yang pertama adalah kemahiran teknologi, kedua kesinambungan demokrasi, ketiga kekayaan budaya dan yang keempat adalah kemajuan ekonomi. Kita belum mempunyai kemahiran teknologi. Kita harus bias menggarudakan diri kita sendiri karena ini adalah hal yang dibutuhkana agar Indonesia lebih bersinar di abad ke 21.
Budaya yang murah kenyang adalah budaya yang salah parkir. Kita harus bias berbudaya apapun yang penuh dengan bangga berbangsa.
Kesenjangan perkenomian semakin tinggi, salah satu cara mengatasinya adalah dengan  menanamkan modal di luar pulau Jawa dan juga dengan melakukan industrialisasi dan hilirisasi. Industrialisasi dan hilirisasi tidak dapat terjadi tanpa pemahaman dan kepiawaian teknologi.  Di hilir lebih penting karena di hilir lebih padat karya, sedangkan kebutuhan akan tenaga kerja di hulu tidak sebanyak di hilir.
Indonesia membutuhkan pemimpin yang bisa menjawab tantangan zamannya.

(2) Pembicara     : Indra Hidayat (Wanadri)
-CInta Tanah Air-
Setelah Deklarasi Djuanda, luas wilayah Indonesia bertambah menjadi 3x lipat dari luas wilayah setelah proklamasi.
Keadaan Indonesia sangat beragam, mulai dari keadaan alam sampai kebudayaannya.
Indonesia adalah negara kelautan yang bertabur pulau, bukan negara kepulauan karena luas laut Indonesia jauh lebih luas daripada daratannya.
Wanadri sudah menjelajahi 92 pulau terluar di Indonesia dan memasang patung Soekarno Hatta di setiap pulau tersebut.

(3) Pembicara: Tri Mumpuni WIyatno
-Integritas dan Kompetensi Alumni ITB untuk Kemandirian dan Kesejahteraan Bangsa-
Ada 2 hal yang penting mengenai seseorang yang mempunyai integritas, yang pertama ia mempunyai pengetahuan (logika) dan yang kedua mempunyai perasaan (empati). Yang terpenting disini adalah pengetahuan dan perasaan saling terus berhubungan. Jangan sampai kita berfikir tanpa mempunyai perasaan.
Masih banyak warga Indonesia yang belum bisa menikmati listrik. Padalah kita mempunyai potensi-potensi yang bisa digunakan sebagai sumber listrik.
Ekonomi didefinisikan sebagai usaha manusia membuat keadaan setimbang, dinamis antara investasi dan konsumsi untuk mencapai setinggi-tingginya pertumbuhan. Jadi, semakin tinggi pertumbuhan maka semakin baik juga ekonomi. Hal ini terjadi umum di Indonesia, sehingga lupa jika pertumbuhan harus terikat pada batas nilai optimal untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat local dan daya dukung lingkungan setempat.

(4) Pembicara     : Saska (Riset Indie)
Project pertama yang mereka lakukan adalah “Project Indie: Polaroid”. Tahun 2008 perusahaan polaroid ini bangkrut karena kalah saing dengan kamera digital. Mantan karyawan polaroid yang tidak rela polaroid bubar membeli lagi perusahaan tersebut dan memulai riset dari awal.
Project mereka yang kedua adalah animator unik. Animator unik adalah robot yang dicover dengan topeng, make up effect sehingga terlihat seperti makhluk sungguhan. Secara teknologi, mudah untuk membuat ini.
Project Indie ini membuat project angkotday. Dimana sehari penuh itu angkot suatu jurusan menjadi aman, nyaman, gratis dan tidak menunggu penumpang terlalu lama. Macet terjadi karena banyaknya kendaraan pribadi, solusi termudahnya adalah membuat orang merasa nyaman menggunakan kendaraan umum. Angkotday ini akan dilaksanakan pada tanggal 20 September.
ITB itu adalah kawah candradimuka. ITB hebat bukan karena mahasiswa yang baru masuk, melainkan hebat karena para alumni yang mempunyai prestasi di dunia kerja setelah lulus. Dalam dunia kerja nanti bukan hanya ipk yang akan diliat, melainkan apa yang bisa dibuat oleh tangan kita.

No comments:

Post a Comment