Moderator : Maria Selena (Putri Indonesia 2011)
(1) Pembicara : Gita WIrjawan
Semangat kemahasiswaan kental
dengan kearifan lokal, yang identik dengan misi, orientasi studi di ITB selama
ini. Apabila kita berbicara tentang kemerdekaan, kita bukan hanya berbicara
tentang kemerdekaan yang diperinati setiap tanggal 17 Agustus setiap tahun
melainkan kita berbicara tentang kemerdekaan diri kita sendiri untuk merayakan
apapun yang kita banggakan.
Perekonomian Indonesia
membutuhkan pemimpin-pemimpin yang mengerti mengenai apa yang lekat dengan
kepentingan rakyat, tapi juga tidak lepas dari kepentingan kita untuk
membuahkan eksistensi diri politik yang relevan. Indonesia telah menjadi negara
dengan perekonomian peringkat ke 15 di dunia.
Semua yang terjadi adalah kehendak Tuhan, tetapi jika kamu
menginginkannya, kamu akan mendapatkannya. Ini semua tergantung sejauh mana Anda
mau.
Siapa pun yang ingin memimpin
bangsa ini kedepannya harus jelas mengenai bungkusan dimana diisinya itu adalah
unsur demokrasi, pluralism, kesejahteraan rakyat yang kental dengan perkataan.
Dan bungkusan itu harus bias diproyeksikan ke komunitas internasional secara
apik.
Kita adalah salah satu negara
muslim terbesar dalam G20. Indonesia adalah negara muslim terbesar dalam segi
ekonomi, dua kali lebih besar daripada Saudi Arabia. Ekonomi islam di dunia
tidak lebih dari 9% dari perekonomian dunia. Kita bias sukses sebagai negara
muslim apabila kita bias mengedepankan pluralism.
Perekonomian Indonesia
membutuhkan pemimpin-pemimpin muda yang mempunyai kearifan local. Pembangunan
perekonomian Indoesia yang tepat bukan berarti menghilangkan adat istiadat atau
menghilangkan kekayaan budaya pada suatu daerah. Pembangunan perekonomian
Indonesia harus memajukan potensi dan kekayaan yang ada pada daerah. Bangsa
yang pemudanya tidak menggunakan dan menyia-nyiakan kearifan local adalah
bangsa yang kehilangan jati dirinya. Indonesia butuh pemuda-pemuda yang aktif
berinisiatif dan proaktif menggangnamkan dirinya. Gangnam adalah cerminan dari
4 hal, yang pertama adalah kemahiran teknologi, kedua kesinambungan demokrasi,
ketiga kekayaan budaya dan yang keempat adalah kemajuan ekonomi. Kita belum
mempunyai kemahiran teknologi. Kita harus bias menggarudakan diri kita sendiri
karena ini adalah hal yang dibutuhkana agar Indonesia lebih bersinar di abad ke
21.
Budaya yang murah kenyang adalah
budaya yang salah parkir. Kita harus bias berbudaya apapun yang penuh dengan
bangga berbangsa.
Kesenjangan perkenomian semakin
tinggi, salah satu cara mengatasinya adalah dengan menanamkan modal di luar pulau Jawa dan juga
dengan melakukan industrialisasi dan hilirisasi. Industrialisasi dan hilirisasi
tidak dapat terjadi tanpa pemahaman dan kepiawaian teknologi. Di hilir lebih penting karena di hilir lebih
padat karya, sedangkan kebutuhan akan tenaga kerja di hulu tidak sebanyak di
hilir.
Indonesia membutuhkan pemimpin
yang bisa menjawab tantangan zamannya.
(2) Pembicara : Indra Hidayat (Wanadri)
-CInta Tanah Air-
Setelah Deklarasi Djuanda, luas
wilayah Indonesia bertambah menjadi 3x lipat dari luas wilayah setelah
proklamasi.
Keadaan Indonesia sangat beragam,
mulai dari keadaan alam sampai kebudayaannya.
Indonesia adalah negara kelautan
yang bertabur pulau, bukan negara kepulauan karena luas laut Indonesia jauh
lebih luas daripada daratannya.
Wanadri sudah menjelajahi 92
pulau terluar di Indonesia dan memasang patung Soekarno Hatta di setiap pulau
tersebut.
(3) Pembicara: Tri Mumpuni
WIyatno
-Integritas dan Kompetensi Alumni
ITB untuk Kemandirian dan Kesejahteraan Bangsa-
Ada 2 hal yang penting mengenai seseorang
yang mempunyai integritas, yang pertama ia mempunyai pengetahuan (logika) dan
yang kedua mempunyai perasaan (empati). Yang terpenting disini adalah
pengetahuan dan perasaan saling terus berhubungan. Jangan sampai kita berfikir
tanpa mempunyai perasaan.
Masih banyak warga Indonesia yang
belum bisa menikmati listrik. Padalah kita mempunyai potensi-potensi yang bisa
digunakan sebagai sumber listrik.
Ekonomi didefinisikan sebagai
usaha manusia membuat keadaan setimbang, dinamis antara investasi dan konsumsi
untuk mencapai setinggi-tingginya pertumbuhan. Jadi, semakin tinggi pertumbuhan
maka semakin baik juga ekonomi. Hal ini terjadi umum di Indonesia, sehingga
lupa jika pertumbuhan harus terikat pada batas nilai optimal untuk kepentingan
kesejahteraan masyarakat local dan daya dukung lingkungan setempat.
(4) Pembicara : Saska (Riset Indie)
Project pertama yang mereka
lakukan adalah “Project Indie: Polaroid”. Tahun 2008 perusahaan polaroid ini
bangkrut karena kalah saing dengan kamera digital. Mantan karyawan polaroid
yang tidak rela polaroid bubar membeli lagi perusahaan tersebut dan memulai
riset dari awal.
Project mereka yang kedua adalah
animator unik. Animator unik adalah robot yang dicover dengan topeng, make up
effect sehingga terlihat seperti makhluk sungguhan. Secara teknologi, mudah
untuk membuat ini.
Project Indie ini membuat project
angkotday. Dimana sehari penuh itu angkot suatu jurusan menjadi aman, nyaman, gratis
dan tidak menunggu penumpang terlalu lama. Macet terjadi karena banyaknya
kendaraan pribadi, solusi termudahnya adalah membuat orang merasa nyaman
menggunakan kendaraan umum. Angkotday ini akan dilaksanakan pada tanggal 20
September.
ITB itu adalah kawah candradimuka.
ITB hebat bukan karena mahasiswa yang baru masuk, melainkan hebat karena para
alumni yang mempunyai prestasi di dunia kerja setelah lulus. Dalam dunia kerja
nanti bukan hanya ipk yang akan diliat, melainkan apa yang bisa dibuat oleh
tangan kita.
No comments:
Post a Comment