Seminar OSKM
ITB 2013 berlangsung di Gedung Sasana
Budaya Ganesha(SABUGA). Acara tersebut mendatang empat narasumber, yakni Bapak
Gita Wirjawan selaku Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Wanadri
(organisasi yang bergerak di bidang ekspedisi alam), Ibu Tri Mumpuni, dan yang
terakhir Saudara Saska (pendiri Riset Indie). Selain itu, acara tersebut di moderatori
oleh Maria Selena, Putri Indonesia 2011. Serta di hadiri oleh wakil rektor bidang
akademik Bapak Kadarsah dan juga Presiden KM ITB Mbak Nyoman Anjani. Mari kita
simak apa sajakah yang disampaikan oleh narasumber kita.
Bapak Gita Wirjawan- Menteri Perdagangan Republik Indonesia
Saat ini ekonomi Indonesia memerlukan pemuda yang memiliki
kearifan lokal. Yakni pemuda yang tidak meninggalkan adat istiadatnya. Namun
pemuda yang mau membangun budayanya serta mau mempromosikan kebudayaan
Indonesia di mata dunia. Suatu bangsa akan disebut kehilangan jati dirinya
apabila bangsa tersebut kehilangan kebudayaan dan adat istiadatnya.
Selain itu, Indonesia juga memerlukan pemuda yang aktif
dalam meng’garuda’kan Indonesia di mata dunia, agar dunia tahu ini lho
Indonesia. Untuk itu kita sebagai seorang pemuda membutuhkan kemahiran
teknologi, kesinambungan demokrasi, kekayaan budaya, serta kemajuan ekonomi. Kita
mungkin tertinggal dalam hal kemahiran teknologi, namun kita masih memiliki
tiga modal lainnya.
Indonesia butuh pemimpin yang mau menjawab tantangan jaman akan permintaan rakyat. Permintaan rakyat itu
banyak sekali, mereka mau penurunan harga cabai, mau penurunan harga daging sapi
dan sebagainya. Mari kita menjadi ‘garuda-garuda’ yang kreatif, terampil,melek
teknologi, dan menjunjung nilai-nilai kearifan lokal. Sehingga bangsa Indonesia
dan seluruh rakyatnya mampu mencapai derajat kesejahteraan.
Wanadri- organisasi yang bergerak di bidang ekspedisi alam
Narasumber yang kedua kita ialah Wanadri. Wanadri merupakan
organisaasi yang bergerak di bidang
pecinta alam yang didirikan di kota Bandung. Mereka telah banyak menyusuri daratan Indonesia, dan dunia. Dari pemaparannya,
Indonesia yang memiliki sekitar 17000 pulau, memiliki begitu banyak keunikan,
baik dari sisi geografis maupun kebudayaan yang berkembang di dalamnya.
Untuk membutikan kecintaannya terhadap tanah air, Wanadri
pernah mengunjungi 92 pulau terluar Indonesia. Acara tersebut memerlukan waktu
lima tahun, 2 tahun untuk persiapan dan 3 tahun untuk ke lapangan. Mereka juga
memberikan identitas Indonesia di setiap pulau yang mereka kunjungi. Sehingga apabila
negara lain mengklaim pulau tersebut, mereka telah mengantisipasinya. Untuk itu,
masih banyak daerah-daerah di Indonesia yang akan terus mereka jamah.
Ibu Tri Mumpuni-Peraih Ashden Awards 2012
Narasumbur kita yang yang ketiga adalah Ibu Tri Mumpuni. Beliau
merupakan seorang wanita yang memperjuangkan 60 daerah yang pada awalnya tidak
tersentuh listrik, hingga akhirnya mampu membuatnya mendapatkan listrik secara
mandiri. Dan atas perjuangan beliau di bidang sosial, beliau telah mendapatkan
beberapa penghargaan tingkat dunia.
Beliau turut mengingatkan kami, bahwa di luar sana banyak
anak-anak kecil yang tidak sekolah. Masih banyak masyarakat menderita meski
berada di dekat dengan Sumber Daya Alam(SDA) yang melimpah. Ini menjadi tugas
kita untuk menjadi pemimpin yang berkearifan lokal yang mampu memajukan Sumber
Daya Alam(SDA) beserta Sumber Daya Manusia(SDM) yang ada di sekitarnya. Sehingga
kita mampu untuk ‘membaca’ Indonesia.
Saudara Saska- Pendiri Riset Indie
Dan narasumber yang keempat sekaligus terakhir adalah
saudara Saska. Beliau merupakan alumni ITB yang mendirikan oraganisasi sosial
yang bernama Riset Indie. Didalamnya beliau memaparkan tiga projectnya seperti
foto Polaroid, animatronic, serta angkot day. Beliau juga menyarankan kita
semua untuk mengikuti kegiatan organisasi. Sebab setiap orang pasti membutuhkan
wahana untuk menyalurkan diri, salah satunya organisasi.
Beliau juga mengingatkan kepada kita, bahwa tidak ada yang
instan di dunia ini, semua membutuhkan usaha. Untuk mencapai sukses, kita akan
menghadapi banyak masalah dan janganlah kita menghindar ataupun kabur dari
permasalahan tersebut. Dan mari kita hasilkan hal-hal yang bermanfaat dari
tangan kita. Mari kita menjadi orang-orang yang dewasa dan bijaksana. Ayo raih
suksesmu, sebab sukses mu adalah buatanmu, sebagaimana kesuksesan yang kamu
inginkan.
No comments:
Post a Comment